Successful “Modus”

Rasa yang aneh. Apa iya hanya gegara kripik pisang manis? Terlalu fiktif jika hanya itu alasannya. Tapi itu akan jadi benar bila kalian sedang berlakon dalam FTV. Rasanya ini masih di dunia nyata. Tapi Kembang, mengapa begitu sulit menerjemahkan apa yang sedang terjadi? Mengapa begitu kaku bibirmu bergerak untuk mengaku pada dunia yang setiap denting menyaksikan gerak gerikmu? Kamu tak perlu menutupi dan banyak basa basi. Cukup katakan seadanya, sejelasnya.

Aku ingin bertanya apa pernah kamu mengalami hal itu sebelumnya? Jika jawabanmu “tidak”, aku janji tak akan memaksamu menjelaskan rasa yang aneh itu.

“Saya gak nyangka.. ternyata yang saya pikirin selama ini…saya bahagia banget” dengan senyuman merekah Kembang ucapkan dalam hati kalimat itu, berkali-kali.

Pernah kah melihat orang yang senyum-senyum sendiri saat sedang membaca SMS dari seseorang? Atau saat sedang terlihat memikirkan sesuatu? Itu yang dilakukan Kembang akhir-akhir ini. Bukan. Bukan jatuh cinta. Kembang tidak akan jatuh cinta pada seseorang yang tidak dia panggil dengan panggilan “zauji”. Ini adalah janjinya sejak SMA. Dan selama ini Kembang selalu setia terhadap janjinya yang satu itu. Sejak SMA empat tahun lalu, beberapa cowok yang dikenal hebat di sekolahnya mendekati Kembang dan ingin memacarinya. Namun dia bertekad untuk tak akan pacaran. Kali ini, apa tekad itu masih sekuat dulu? Ah.. rasanya mesti ada yang berubah. Apalagi Kembang semenjak kuliah mengenal lebih banyak orang, ditambah lagi dengan banyaknya laki-laki hebat yang membuatnya kagum yang seringkali berurusan dengannya dan membuatnya harus berkomunikasi langsung maupun tak langsung. Pasti lah ada yang berubah dari cara berpikir Kembang tentang “pacaran”. Jika sebelumnya dia berpikir bahwa pacaran itu hanya buang-buang waktu dan tenaga untuk hal yang tak penting dan tak jelas ujungnya, maka sekarang bisa saja Kembang berpikir bahwa pacaran itu sebenarnya ajang untuk saling memotivasi, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menyemangati untuk mewujudkan mimpi, bla bla bla. Ini persis alibi anak muda zaman ini ketika mendengar ungkapan “jauhi pacaran”.

“Boleh saya diajarin Bahasa Inggris?” SMS dari seseorang yang selama ini banyak mengisi pikiran Kembang.

“Tuhaaan modus apa lagi ini? Tapi kalo modusnya dari dia, ……..? hahaha” Yah, wajar Kembang berkata seperti itu. Selama ini dia banyak menerima ucapan atau pun perlakuan yang sering disebut dengan istilah “modus”. Perempuan yang baik itu yang bisa melihat dan menganalisis ucapan dan perlakuan laki-laki yang rada-rada terhadapnya. Jika ada aroma modus dan kamu tak suka, abaikan dan tinggalkan. Hehe.. Lalu bagaimana dengan modus dari seseorang yang kamu kagumi dan hormati? Aduh, sepertinya ini ceritanya beda lagi. Boleh dibilang, itu modus untungPucuk dicinta ulam pun tiba. hahaha.

“Boleh, kapan mulai belajar?” Tuh kan, Kembang responnya baik plus-plus.

“Besok,hehe. Tapi saya beli buku catatan baru dulu ya buat catet materi dari Kembang”

“Oke”

Hanya dua kali pertemuan untuk belajar Bahasa Inggris. Selainnya? Bisa ditebak. Kini mereka (Kembang dan Dodi) tak lagi memiliki hubungan sebatas teman sharing ilmu. Menurutku tak hanya sebatas itu. Entah lah. Aku pun bingung kategori hubungan mereka itu apa. Menurutmu, jika ada seorang lelaki yang perhatian terhadap seorang perempuan, dan seorang perempuan yang perhatian dan sayang terhadap seorang lelaki, lalu rasa itu membuat mereka sering berkomunikasi, membuat mereka saling membantu tanpa pamrih, bahkan hal merepotkan bisa menjadi menyenangkan baginya, membuat mereka ingin saling memiliki meski tak ada yang saling mengikat, sampai pada merancang masa depan bersama dengan seabrek mimpi yang mereka rangkai berdua, itu dinamakan apa?

Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Tak terasa Kembang sudah memiliki sebuah foto kebanggaan orang tuanya. Iya, foto yang dipajang di dinding rumah Kembang. Nampak di foto itu Kembang sedang bersalam dengan seorang dekan di fakultas tempatnya menimba ilmu, dan mengenakan pakaian yang bernama Toga. Empat bulan berlalu dan sampai pada hari lahir Kembang, 1 Mei 2015. Hari kelahiran menjadi hari spesial untuk sebagian orang. Termasuk Kembang. Walau begitu, dia tak pernah mengharapkan ada perayaan khusus untuk hari lahirnya. Mau merayakan apa? Pencapaian? Pencapaian apa? Atau rasa syukur atas bertambahnya angka yang disebut umur itu? Ada bentuk rasa syukur yang lebih indah dan bermanfaat selain sebuah perayaan. Lagipula, bertambahnya umur bukan menjadikan kita akan tinggal lebih lama di dunia, namun menjelaskan bahwa sisa jatah usia untuk hidup di dunia ini semakin berkurang. Lantas apa yang akan dirayakan?

Tak pernah terduga sebelumnya bahwa 1 Mei menjadi salah satu hari yang membahagiakan bagi Kembang. Saat itu jam 7 malam, tepat setelah selesai semua pekerjaan di tempat Kembang mengabdi setelah wisuda. Seorang atasan meminta Kembang untuk memeriksa sesuatu di ruangan belakang.

“Kamu temuin nggak?” dengan suara yang tinggi agar terdengar oleh Kembang yang berada di ruangan belakang.

“Kayaknya nggak ada mbak, sebentar saya liat-liat lagi”

“Balik dah yuk biarin aja, sini dah”

Kembang segera kembali dari ruangan belakang menuju ruang tengah kemudian berjalan ke arah lobi.

“Happy birthday to you..happy birthday to you.. happy birthday happy birthday… happy birthday to you..”

Sebuah lagu ucapan selamat ulang tahun yang dinyanyikan seseorang yang sangat dikenal. Bisa ditebak kan siapa? Dodi hari itu sengaja minta tolong ke semua teman kerja Kembang agar merahasiakan kedatangannya malam itu. Surprise, niatnya

Speechless. Rona wajah Kembang cukup menjelaskan apa yang dirasakannya malam itu.

“Terima kasih semua..” senyuman merekah dengan mata yang berkaca-kaca Kembang mengucapkan kalimat itu, dan memandang Dodi beberapa detik dengan pandangan bahagia, campur kesal karena sebelumnya Dodi tak pernah berkata apapun tentang surprise malam itu. Jelas lah ya, bukan surprise namanya jika ada pemberitahuan sebelumnya. Tapi intinya, malam itu membuat Kembang sangat bahagia karena ternyata bukan hanya Dodi yang memberi kejutan tapi juga semua teman kerja termasuk atasannya.

Dodi selalu punya cara untuk meyakinkan Kembang bahwa dia lelaki terbaik untuknya. Soal menjaga perasaan Kembang, Dodi jagonya. Dia selalu berusaha agar Kembang tak khawatir atas sesuatu tentang dirinya. Dia paling menjauhi apa yang membuat Kembang cemburu, karena dia tahu betul sifat cemburuan Kembang yang kadang berlebihan. Tapi Dodi selalu bisa memahami itu.