Image ‘Konsumtif’ di Lain Sisi

Ehm.. Selamat pagi semuanya… Yang muslim, apa kabar puasanya hari ini? Semoga tetap semangat dan seterong yah jalanin puasa..

Ngomongin puasa, paling nikmat tuh pas buka, ya nggak? Biasanya anak-anak atau adik-adik tuh paling nungguin yang namanya buka. Giliran rempongnya, ibu aja deh yang punya bagian mulai dari persiapan buka sampai persiapan sahur. Nah ibu-ibu kadang sering kebablasan nih dalam mempersiapkan buka khususnya. Niat hati ingin makan ini ono lalu masak lauk pauk yang banyak. Lah…pas buka malah yang kemakan cuman satu atau dua jenis lauk. Yang lain banyakan sisa. Walaupun disimpan buat sahur, seringkali sensasi rasanya akan berbeda dengan yang masih fresh. Nah itu boros nggak sih? Boros kan? hihiii

Biasanya perilaku boros ini sering muncul dari orang yang pola hidupnya konsumtif. Orang dengan pola hidup konsumtif itu ketika orang tersebut terbiasa membelanjakan uangnya dalam jumlah banyak untuk membeli barang yang diinginkan. Nggak perlu nunggu butuh dulu baru beli. Sekalinya iler keluar ngeliat barang, langsung cus dah tu duit berjatuhan dari dompet. hehe

Bicara masalah konsumtif nih, biasanya kan image ‘konsumtif’ itu cenderung buruk ya di masyarakat. Boros lah, serakah lah, dan juga dikenal individualis. Tapi nggak semua orang konsumtif itu individualis loh ya, banyak juga orang dengan pola hidup konsumtif yang well-socialized banget. Nah.. ini dia yang ingin saya sajikan dalam tulisan ini: menilai pola hidup konsumtif dari sisi yang lain.

Selain sisi negatif (you know lah ya) yang sebagian besar orang nilai dalam pola hidup konsumtif, kita jarang menyadari bahwa ada juga nilai positifnya yang bisa dilihat. Di antaranya adalah dampak dari pola hidup konsumtif orang yang dermawan. Ada banyak orang yang konsumtif tapi juga dermawan. Karena mereka sering membeli barang-barang baru, jadi barang-barang lama milik mereka disedekahkan. Hasilnya, banyak dari orang-orang yang tidak mampu menjadi terbantu (“seandainya semua orang yang konsumtif itu dermawan ya…”hehe)

Selain itu, orang dengan pola hidup konsumtif juga secara tidak langsung ikut membantu perekonomian teman-temannya yang berjualan (mengingat akhir-akhir ini banyak sekali teman-teman yang pindah profesi sebagai seorang pedagang). Contoh sehari-hari nih, bagi orang yang konsumtif dalam pakaian misalnya, lalu ada temannya yang jual pakaian dengan kualitas yang diinginkan, sudah bisa ditebak kan? Ya. Dia akan memburu dagangan temannya tersebut setiap kali ada model baru.

Nilai positif lainnya adalah, semakin banyak orang dengan pola hidup konsumtif, semakin banyak pula barang atau permintaan yang akan dijual oleh semakin banyak orang atau produsen. Thus, bisa membuka lapangan pekerjaan kan untuk orang-orang yang tadinya berprofesi sebagai Pengacara (PENGAngguran banyak aCARA -acara tidur, acara makan, acara nongkrong, de el el-) ?

Itu lah beberapa nilai positif dari pola hidup konsumtif. Tapi tunggu dulu! Tujuan tulisan ini semata-mata mengajak kita semua untuk menilai sesuatu bukan hanya dari satu sisi. Karena to decide something perfectly, we need to consider it justly yaitu dengan mempertimbangkan nilai positif sekaligus nilai negatif di dalamnya. Jadi walaupun di tulisan ini saya membahas tentang nilai positif dari pola hidup konsumtif, bukan berarti saya menyarankan untuk hidup konsumtif ya. Tetap, kita harus pertimbangkan dulu dampak positif dan negatifnya. However, hidup sederhana tetap jauh lebih indah 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Image ‘Konsumtif’ di Lain Sisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s