DIA bukan dia

Kita tak pernah tau saat DIA benar-benar cemburu ketika kita terlalu mengharapkan dia. Saat dia menjadi yg pertama menghiasi relung hati dan hari kita tanpa banyak memikirkan DIA. Saat melihat dia menjadi momen paling bahagia tanpa mengindahkan kebersamaan dengan DIA. Dan saat ucapan dari dia mengesankan sekian makna tanpa berusaha memahami apa kata DIA.

Maka setelah itu jangan salahkan siapa atas apa yang kita alami dan lihat di depan mata. Hai, kamu.. Aku ingin bilang bahwa itu semua bukan sebab aku yang terlalu naif dalam merasa, bukan pula sebab kamu yang begitu sayang. Tapi sebab DIA yang tak rela kita mendua. Bukan kamu menduakan aku atau aku menduakan kamu, tapi kita menduakan DIA.

Teruntuk para hati yang dalam keyakinannya pada dia.. Meski tlah dalam rasa tersimpan dalam sepi, meski tak jeda do’a terlayang di setiap sunyi, tetap lah pada DIA harapan tertinggi.. Bukan pada dia yang daya sekecil apapun tak dimiliki..

Karena sedikit saja DIA cemburu, akan terlalu banyak caraNYA menyelipkan ragu.. Hingga tak tertinggal satu jejak pun tentang dulu. Dan kata “iya” yang kamu dan dia yakinkan ada, seketika memunculkan tanya. Lalu menerangkan kata “tidak” yang menyisakan luka.

Harapku, semoga dia selalu ada karena DIA yang selalu dihadirkan..

19:50
Lombok Timur, dengan Kamis malam yang gerimis 😊

2 thoughts on “DIA bukan dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s