Karena kalian, silaukhuwah begitu terasa ðŸ˜

‘Idul Fitri kali ini terasa sangat berkesan. Makna silaukhuwah dan persahabatan yg sangat memangu hati.

Sore jelang petang tadi, mereka berkunjung ke rumah saya di Lombok Timur dengan maksud mempererat tali silaukhuwah antar kami. Banyak-banyak terima kasih yah untuk kalian, kaq K, kaq E, kaq G dan kaq A (inisial) 😁 Maaf tadi sempat buatin minuman yang kemanisan buat kalian, hihi..

Ada sebuah hikmah yang saya petik dan ingin saya bagi ke orang lain dengan kedatangan kalian tadi. Tentunya bukan tentang minuman yg kemanisan ya. Ehh… 😁

Hai, kaq K! Beberapa waktu lalu kita sempat bermasalah. Cukup sensitif. Kaq E mencoba menjadi penengah. Saya sudah cukup lama mengenal kaq K. Semangatnya, pantang menyerahnya, sabarnya, beraninya, tegasnya, kritisnya, akhlak baiknya, menjadikannya patut dikagumi. Anyway, selamat ya atas kelulusan ujian advokasinya beberapa hari lalu. I’m truly happy for it. Dan semoga kaq K turut menyimak celotehan saya ini, hihi…

Saya tau masalah kami tempo hari masih berbekas dan menyisakan luka bagi kaq K, tentu juga bagi saya yg sudah membuat kecewa tanpa maksud untuk itu. Tapi saya kagum sekagum kagumnya! Kaq K sosok yg saangat dewasa. Dia bisa bersikap seperti melupakan kesalahan saya, padahal tidak. Tapi sy percaya dia sudah memaafkan. Dia pandai mengemas segala sesuatu menjadi terlihat baik-baik saja. Santai. Saya ingat satu kalimat mutiara “how hard you keep calm reflects how high your power“. Cocok. Oops! Tapi jangan lupa, however the body keeps silent, the eyes stay telling a story. Artinya bagaimanapun tubuh menjaga rahasia, mata tetap memberitahu sebuah cerita. Dan saya bisa membaca itu, ya, sepertinya. Hehe..

Pelajaran banget buat saya, adalah ketika kaq K memutuskan untuk bersikap biasa saja. Memutuskan untuk memaafkan. Memutuskan untuk tetap bersaudara. Bahkan kebaikannya tak surut sejengkal pun.

Dia mengingatkan saya dan kita semua tentang silaukhuwah yg harusnya tetap terjalin meski ada perbedaan yg berpotensi memisahkan. Seperti air dan api yg jika salah satunya tak ada maka tak kan ada kehidupan. Seperti juga Imam Syafi’ie yg meminta Abu Musa agar tetap menjadi saudaranya meskipun tak sepakat dalam suatu urusan.

Kenapa? Kenapa kita begitu perlu menjaga silaukhuwah ? Kita sudah tau jawabannya. Ya, saling membutuhkan adalah alasan terlogis silaukhuwah. Tapi lebih dari itu, karena kita percaya bahwa Allah Azza wa Jalla membangunkan rumah di surga salah satunya bagi manusia yg senantiasa menjaga hubungan baik dgn manusia lain.

Sekali lagi, terimakasih kaq K, kaq E, kaq G dan kaq A..

Karena kalian, silaukhuwah begitu terasa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s